PEDIPEDIPerkumpulan Edukator Diabetes Indonesia
BerandaArtikelAgendaTentangDirektoriPanduanKontak
MasukBergabung
PEDIPEDIPerkumpulan Edukator Diabetes Indonesia

Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia.

Bona Indah Plaza Blok A.2 Kav D/03 Lantai 2, Jalan Karang Tengah Raya, Lebak Bulus, Jakarta Selatan
info@edupedi.or.id

Konten

  • Artikel
  • Agenda
  • Panduan & Publikasi

Organisasi

  • Tentang PEDI
  • Direktori Anggota
  • Kontak

Anggota

  • Daftar Anggota
  • Masuk
  • Profil Saya

© 2026 Perkumpulan Edukator Diabetes Indonesia. Hak cipta dilindungi.

Kembali ke Artikel
Edukasi Diabetes

Hipoglikemia pada Diabetes: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

AAdmin
15 Oktober 20263 kali dibaca
Hipoglikemia pada Diabetes: Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Hipoglikemia merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai oleh orang dengan diabetes (diabetesi), terutama mereka yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah tertentu. Kondisi ini terjadi ketika kadar glukosa darah turun terlalu rendah sehingga tubuh tidak memperoleh pasokan energi yang cukup, terutama bagi otak.

Hipoglikemia dapat terjadi secara tiba-tiba, baik saat beraktivitas, setelah berolahraga, ketika terlambat makan, maupun pada malam hari saat tidur. Oleh karena itu, mengenali gejala dan mengetahui cara mengatasinya dengan benar merupakan bagian penting dari pengelolaan diabetes untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Apa Itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa darah berada di bawah 70 mg/dL. Berdasarkan klasifikasi American Diabetes Association (ADA), hipoglikemia dibagi menjadi tiga tingkat:

Level 1: kadar glukosa darah 54–69 mg/dL. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah penurunan lebih lanjut.

Level 2: kadar glukosa darah di bawah 54 mg/dL. Kondisi ini tergolong hipoglikemia yang bermakna secara klinis dan memerlukan penanganan segera.

Level 3: kondisi hipoglikemia berat yang ditandai dengan gangguan fungsi mental atau fisik sehingga seseorang membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasinya, terlepas dari angka glukosa darah yang terukur.

Hipoglikemia berat dapat menyebabkan kebingungan, kejang, hingga kehilangan kesadaran. Karena itu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.

Apa yang Menyebabkan Hipoglikemia?

Pada diabetesi, hipoglikemia dapat terjadi ketika insulin atau obat penurun glukosa darah tidak seimbang dengan asupan makanan dan kebutuhan tubuh.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia meliputi:

1. Penggunaan insulin atau obat tertentu. Dosis insulin yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan diabetesi atau penggunaan obat golongan sulfonilurea dapat meningkatkan risiko hipoglikemia.

2. Terlambat makan atau melewatkan waktu makan. Obat diabetes tetap bekerja ketika asupan karbohidrat berkurang.

3. Aktivitas fisik berlebihan. Olahraga atau aktivitas yang lebih berat dari biasanya dapat meningkatkan penggunaan glukosa oleh otot.

4. Konsumsi alkohol. Alkohol dapat mengganggu kemampuan hati melepaskan glukosa, terutama ketika dikonsumsi tanpa makanan.

5. Gangguan fungsi ginjal atau hati dan kondisi kesehatan tertentu. Kondisi ini dapat memengaruhi metabolisme obat maupun pengaturan kadar glukosa darah.

Risiko hipoglikemia setiap orang berbeda-beda. Karena itu, pengaturan obat, pola makan, dan aktivitas fisik perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu bersama tenaga kesehatan.

Kenali Gejala Hipoglikemia

Gejala hipoglikemia dapat berbeda pada setiap orang. Gejala awal umumnya muncul sebagai respons tubuh terhadap penurunan kadar glukosa darah.

Gejala awal yang perlu diwaspadai:

  • Gemetar atau tubuh terasa lemas.

  • Berkeringat dingin.

  • Jantung berdebar.

  • Rasa lapar mendadak.

  • Pusing atau sakit kepala.

  • Cemas, gelisah, atau mudah tersinggung.

Jika kadar glukosa darah terus menurun, dapat muncul gejala yang lebih serius, seperti:

  • Sulit berkonsentrasi atau kebingungan.

  • Perubahan perilaku yang tidak biasa.

  • Gangguan penglihatan atau bicara.

  • Kejang.

  • Penurunan kesadaran.

Sebagian diabetesi dapat mengalami hipoglikemia tanpa gejala peringatan atau impaired awareness of hypoglycemia. Pada kondisi ini, gejala awal tidak terasa atau tidak dikenali sehingga hipoglikemia dapat berkembang menjadi lebih berat. Pemeriksaan glukosa darah secara teratur dan evaluasi bersama tenaga kesehatan menjadi sangat penting, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

Bagaimana Cara Mengatasi Hipoglikemia?

Jika diabetesi masih sadar penuh dan mampu menelan dengan aman, lakukan langkah berikut.

1. Periksa kadar glukosa darah.

Jika memungkinkan, segera periksa kadar glukosa darah menggunakan glukometer atau alat pemantau glukosa yang digunakan. Jika gejala khas muncul dan pemeriksaan tidak dapat segera dilakukan, jangan menunda penanganan pada kondisi yang sangat dicurigai sebagai hipoglikemia.

2. Konsumsi 15 gram karbohidrat kerja cepat.

Jika kadar glukosa darah di bawah 70 mg/dL, konsumsi sekitar 15 gram karbohidrat yang cepat diserap tubuh, misalnya:

  • tablet glukosa (sesuai label)

  • 2–3 sendok makan gula pasir (dilarutkan air)

  • 1 sendok makan madu

  • ½ gelas (120 mL) jus buah atau sirup manis

  • 3-5 permen kecil

Cokelat atau makanan tinggi lemak bukan pilihan utama untuk pertolongan pertama karena lemak dapat memperlambat penyerapan glukosa.

3. Periksa kembali setelah 15 menit.

Tunggu sekitar 15 menit, kemudian periksa kembali kadar glukosa darah jika memungkinkan. Jika masih di bawah 70 mg/dL, konsumsi kembali 15 gram karbohidrat kerja cepat dan periksa ulang setelah 15 menit.

Ulangi langkah tersebut sampai kadar glukosa darah kembali ke tingkat yang aman dan gejala membaik.

4. Lanjutkan dengan makanan bila diperlukan.

Setelah kadar glukosa darah membaik, konsumsi makanan atau camilan yang sesuai apabila waktu makan berikutnya masih lama, terutama jika penyebab hipoglikemia dicurigai akibat insulin atau tablet penurun gula darah yang masih berlangsung. Tujuannya adalah membantu mencegah hipoglikemia berulang. Jenis dan jumlah makanan perlu disesuaikan dengan rencana pengelolaan diabetes masing-masing.

Bagaimana Jika Diabetesi Tidak Sadar atau Mengalami Kejang?

Hipoglikemia berat merupakan kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan segera.

Jika seseorang tidak sadar, mengalami kejang, atau tidak mampu menelan dengan aman:

Jangan memberikan makanan, minuman, gula, atau obat melalui mulut, karena dapat menyebabkan tersedak.

  • Segera hubungi layanan kegawatdaruratan atau bawa ke fasilitas kesehatan dengan bantuan medis.

  • Jika tersedia dan orang terdekat telah mengetahui cara penggunaannya, berikan glukagon sesuai petunjuk produk atau tenaga kesehatan.

  • Jika tidak sadar tetapi masih bernapas normal, posisikan dalam posisi pemulihan atau miring untuk membantu menjaga jalan napas. Jika kejang, jauhkan benda berbahaya dan jangan menahan gerakan tubuh atau memasukkan benda ke dalam mulut.

  • Pantau pernapasan dan ikuti instruksi petugas kegawatdaruratan.

Jangan meninggalkan orang tersebut sendirian. Setelah sadar, pemberian karbohidrat melalui mulut hanya boleh dilakukan ketika yang bersangkutan sudah sepenuhnya sadar dan mampu menelan dengan aman.

Bagaimana Mencegah Hipoglikemia Berulang?

Pencegahan hipoglikemia merupakan bagian penting dari pengelolaan diabetes. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Gunakan obat sesuai anjuran. Jangan mengubah atau melewatkan dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

2. Atur waktu makan. Hindari melewatkan makan, terutama jika menggunakan insulin atau obat yang dapat menyebabkan hipoglikemia.

3. Sesuaikan aktivitas fisik. Diskusikan strategi pemantauan glukosa, asupan karbohidrat, dan penyesuaian terapi sebelum melakukan aktivitas fisik yang lebih berat.

4. Lakukan pemantauan glukosa darah. Ikuti jadwal pemeriksaan yang dianjurkan tenaga kesehatan, termasuk pada waktu-waktu yang berisiko.

5. Sediakan sumber karbohidrat kerja cepat. Bawa tablet glukosa atau sumber gula yang mudah digunakan, terutama saat bepergian atau berolahraga.

6. Beri tahu keluarga atau orang terdekat. Pastikan mereka mengenali gejala hipoglikemia dan mengetahui langkah pertolongan pertama, termasuk cara menggunakan glukagon jika diresepkan.

7. Evaluasi kejadian hipoglikemia. Jika hipoglikemia berulang, terjadi pada malam hari, atau muncul tanpa gejala peringatan, segera konsultasikan dengan dokter atau edukator diabetes untuk mengevaluasi penyebab dan menyesuaikan rencana perawatan.

Kesimpulan

Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar glukosa darah turun di bawah 70 mg/dL dan dapat menjadi keadaan darurat jika tidak ditangani dengan tepat. Mengenali gejala sejak dini, memberikan 15 gram karbohidrat kerja cepat pada orang yang sadar dan mampu menelan, serta memeriksa ulang setelah 15 menit merupakan langkah penting untuk mengatasi hipoglikemia ringan hingga sedang.

Sebaliknya, orang yang tidak sadar, mengalami kejang, atau tidak mampu menelan memerlukan pertolongan darurat dan tidak boleh diberi makanan atau minuman melalui mulut.

Setiap diabetesi memiliki risiko dan kebutuhan yang berbeda. Konsultasikan strategi pencegahan dan penanganan hipoglikemia dengan dokter atau edukator diabetes agar pengelolaan diabetes tetap aman dan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Referensi ilmiah:

American Diabetes Association Professional Practice Committee. (2026). 6. Glycemic Goals, Hypoglycemia, and Hyperglycemic Crises: Standards of Care in Diabetes—2026. Diabetes Care, 49(Supplement 1).

Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2024). Treatment of Low Blood Sugar (Hypoglycemia).

American Diabetes Association. Signs, Symptoms, and Treatment for Hypoglycemia (Low Blood Glucose).

Artikel Terkait

Gula Darah bagi Diabetesi: Kapan Harus Diperiksa?
Edukasi Diabetes

Gula Darah bagi Diabetesi: Kapan Harus Diperiksa?

Kapan harus periksa gula darah ?

1 Oktober 202624
Cara Menyuntik Insulin yang Benar, dari Lokasi hingga Rotasi Suntikan
Bagikan:

Komentar (0)

Masuk untuk menulis komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Edukasi Diabetes

Cara Menyuntik Insulin yang Benar, dari Lokasi hingga Rotasi Suntikan

Cara Menyuntik Insulin yang Benar dan Lokasi Suntik yang Tepat Ketahui cara menyuntik insulin yang benar, lokasi suntik insulin, pentingnya rotasi, serta cara menghindari benjolan akibat suntikan berulang.

30 September 20266
Apa Itu Insulin? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kapan Dibutuhkan
Edukasi Diabetes

Apa Itu Insulin? Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kapan Dibutuhkan

26 Agustus 20268